Indonesia Termasuk Target Mata-mata Cyber

Penyidikan spionase cyber yang berlangsung selama 10 bulan mengungkapkan bahwa 1295 komputer di 103 negara dan dimiliki oleh institusi-institusi internasional telah dimata-matai. Bukti-bukti merujuk Cina sebagai pelakunya.


Dalam laporan setebal 53 halaman yang dibeberkan hari Minggu itu, Indonesia termasuk dalam daftar 103 negara yang dimata-matai. Kementerian luar negeri Indonesia tercakup dalam laporan sekitar 30% komputer terinfeksi yang menjadi sasaran “bernilai tinggi.”

Selain Indonesia, kementerian luar negeri yang ditarget adalah Bangladesh, Barbados, Bhutan, Brunei, Iran, Latvia dan Filipina. Yang juga terinfeksi adalah komputer-komputer yang dimiliki oleh kedutaan negara Cyprus, Jerman, India, Indonesia, Malta, Pakistan, Portugal, Romania, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand.

Sementara itu kelompok internasional yang disebutkan terinfeksi adalah Sekretariat ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation) dan Asian Development Bank; beberapa organisasi berita seperti afiliasi U.K. dari Associated Press; dan unclassified NATO computer.

Dalam laporan dijelaskan bahwa sebuah jaringan, disebut GhostNet, menggunakan program software jahat bernama gh0st RAT (Remote Access Tool) untuk mencuri dokumen-dokumen sensitif, mengendalikan Webcam dan sepenuhnya mengendalikan komputer-komputer yang sudah terinfeksi.

"GhostNet mewakili sebuah jaringan dari komputer terjangkit yang ada di lokasi-lokasi politik, ekonomi, dan media bernilai tinggi yang tersebar di brebagai negara di dunia,” begitu laporan yang ditulis oleh para analis Information Warfare Monitor, sebuah projek penelitian dari SecDev Group, think tank, dan Munk Center for International Studies di University of Toronto.

Kendati bukti menunjukkan bahwa server-server di Cina mengumpulkan beberapa data sensitif, para analis berhati-hati untuk mengaitkan aksi spionase itu dengan pemerintah Cina. “Menyalahkan semua malware Cina untuk secara sengaja mengumpulkan data intelijen oleh negara Cina adalah salah dan menyesatkan,” kata laporan tersebut.

Penelitian para analis ini sendiri dimulai ketika mereka mendapat akses dari komputer-komputer milik pemerintah Tibet yang diasingkan, organisasi nonpemerintah Tibet, dan kantor-kantor swasta dari Dalai Lama, yang kuatir tentang bocornya informasi rahasia. Mereka kemudian menemukan komputer-komputer telah terinfeksi oleh software jahat yang memungkinkan hacker secara remote mencuri informasi. Komputer terinfeksi setelah para penggunanya membuka lampiran yang jahat atau mengklik tautan yang terhubung ke situs-situs Web yang berbahaya.

Situs Web atau lampiran jahat kemudian akan mencoba mengeksploitasi kelemahan software untuk mengambil alih kendali mesin. Salah satu contoh e-mail jahat dikirim ke organisasi yang berafiliasi dengan Tibet dengan alamat kembali campaign@freetibet.org dengan lampiran MS Word yang terinfeksi.

Ketika para analis meneliti jaringan, mereka menemukan server-server yang mengumpulkan data itu ternyata tidak diamankan. Dan mereka mengakses control panel yang digunakan untuk memantau komputer-komputer yang di-hack di empat server.

Control panel tersebut ternyata mengungkap daftar komputer yang terinfeksi, selain milik pemerintah dan NGO Tibet. Tiga dari empat server pengontrol itu berada di Cina, dan satu di AS. Lima dari enam server komando berada di Cina, dan satu di Hongkong.

Sumber : Srpipoku

lanjut...

Ilusi Melayang

Ilusionis Claudia Pacheco alias Putri Inca sedang menampilkan duduk ''melayang'' di alun-alun ibu kota Lima, Peru, Senin (27/3) lalu. Dia hanya dibantu tongkat yang terlihat seperti bambu.

Di situs youtube, trik semacam ini sudah terungkap. Yakni, pada yogi dari India yang ternyata duduk di ''kursi'' berkaki satu tongkat. Tetapi, trik ini tetap membuat penasaran. Anda juga kan? (jawa pos)


lanjut...

Harimau Tutul di Sumur

Warga berusaha membantu dokter hewan Bijoy Gogoi yang menggendong harimau tutul dari sumur. Peristiwa ini terjadi di kampung Sonaigali, Guwahati, India, Sabtu (28/3).

Harimau tutul ini ditemukan meraung-raung di dalam sumur. Setelah dievakuasi, si harimau disantuni di kebun binatang Guwahati. Diduga si harimau kesasar saat cari makan lalu tercebur ke sumur. Karena ditipu si kancil?. Jawa pos.


lanjut...

Kemenangan Tim Cinderella di Australia

MELBOURNE - Kisah Cinderella benar-benar terwujud di arena Formula 1. Brawn-Mercedes, tim yang hingga sebulan lalu masih belum jelas masa depannya, langsung menggebrak dalam seri pembuka 2009 di Melbourne, Australia.

Setelah meraih posisi start 1-2, kemarin pasangan Jenson Button dan Rubens Barrichello finis dalam formasi yang sama di Sirkuit Albert Park. Lomba tidak berlangsung semulus yang diduga. Namun, tim baru itu telah menunjukkan taringnya.

Jenson Button kemarin bisa dibilang tampil dominan. Start terdepan, dia praktis terus berada di depan hingga lomba yang berlangsung 58 lap itu berakhir.

Terkesan tidak memaksakan diri, Button memang tak pernah menjauh dari pembalap di belakangnya. Pembalap 29 tahun itu juga terhalang untuk menjauh karena munculnya safety car di pertengahan dan akhir lomba. Di penghujung lomba itu, Button juga sempat mengalami masalah saat pit stop terakhir (lebih lamban daripada semestinya). Namun, itu tidak sampai menyebabkan dia kehilangan pimpinan lomba.

Bagi Button, itu adalah kemenangan kedua dalam karirnya. Kemenangan pertama diraih saat Brawn masih bernama Honda Racing, di GP Hungaria 2006. Dan, sekali lagi harus ditegaskan, kemenangan ini merupakan berkah luar biasa, mengingat bulan lalu Button juga terancam out dari seri paling bergengsi tersebut.

''Ini adalah ending ala dongeng bagi lomba kami yang pertama. Semoga kami bisa terus seperti ini. Dan, saya tahu, kami akan terus berjuang untuk membuat mobil ini terus kompetitif,'' kata Button.

Pembalap Inggris itu menambahkan, kemenangan kemarin tidaklah semudah yang terlihat. ''Segalanya selalu terlihat lebih mudah daripada kenyataannya. Lap-lap awal berlangsung luar biasa, saya bisa mengatur ritme. Tapi, kemudian ada safety car dan saya kesulitan memanasi kembali ban mobil. Saya juga sempat mengalami flat spot (ban mengikis, Red) sehingga mobil terus bergetar. Berada di depan seharusnya gampang. Tapi, ini sama sekali tidak gampang,'' tandasnya.

Masalah yang dihadapi Button itu masihlah kecil bila dibandingkan dengan yang dialami rekannya. Rubens Barrichello tidak menjalani start yang mulus sehingga sempat terpuruk beberapa posisi. Di tikungan pertama, dia sempat disundul dan bersenggolan dengan pembalap lain. Tidak lama kemudian, dia juga kehilangan bagian sayap depan saat bersaing dengan Kimi Raikkonen (Ferrari).

Berkat mobil BGP 001 yang andal, Barrichello terus melaju ke depan. Hanya, tiga lap sebelum finis dia seolah akan menyelamatkan beberapa poin, finis di urutan keempat.

Tapi, tiga lap sebelum finis itu Sebastian Vettel (Red Bull-Renault) dan Robert Kubica (BMW-Sauber) bersenggolan saat berebut posisi kedua. Dua-duanya lantas out dan Barrichello naik ke podium.

Setelah lomba, Barrichello memuji ketangguhan mobil Brawn. Bukan hanya kecepatan, tapi juga ketahanan mobil itu meski beberapa kali bersenggolan. ''Mobil ini sangat-sangat strong. Saya ditabrak dari belakang dan saya menabrak di bagian depan. Saya tak pernah berpikir bisa naik podium setelah start,'' ungkapnya.

Barrichello lantas membuat banyak wartawan tertawa, saat mengatakan bahwa diffuser kontroversial yang dia gunakan bukanlah faktor utama kekuatan Brawn GP. ''Kalau orang berpikir mobil kami cepat karena diffuser, tabrakan di awal lomba itu merusak total diffuser yang kami miliki. Jadi, mobil kami memang cepat,'' ucapnya.

Regulasi baru 2009 memang membatasi dimensi diffuser, bagian bersirip di bagian bawah buritan mobil. Brawn GP, bersama Williams-Toyota dan Toyota, telah menemukan celah dalam regulasi dan membuat ''diffuser bertumpuk'' yang lebih besar.


Diffuser itu sempat diprotes Kamis lalu (26/3), namun FIA tetap menganggapnya legal. Sidang banding membicarakan komponen tersebut dijadwalkan berlangsung di Paris, 14 April mendatang.


Sambil menunggu, Brawn akan menikmati dulu kemenangan di Australia itu. Sang bos tim, Ross Brawn, mungkin juga masih membutuhkan waktu untuk benar-benar meresapi kemenangan tersebut. Setelah lomba kemarin, dia masih sangat speechless.

''Rasanya mengejutkan. Dengan segala sesuatu yang kami alami, hasil ini sangatlah sensasional. Saya tak bisa menjelaskannya dengan kata-kata,'' kata Brawn seperti dikutip BBC. ''Rasanya benar-benar sulit dipercaya. Tidak ada yang lebih baik daripada ini,'' tandasnya. Sumber : Jawa Pos.

lanjut...

Tanggul Situ Gintung yang Jebol Tak Ditambal. (Korban Tewas Dekati 100)

TANGERANG - Departemen Pekerjaan Umum (PU) tidak akan menambal tanggul Situ Gintung di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, yang jebol Jumat (27/3) dini hari.

Setelah melakukan evaluasi dengan pihak terkait, Departemen PU memutuskan membuat saluran darurat untuk mengalirkan air hujan dan sisa tampungan di situ (danau) berkapasitas 1,5 juta meterkubik itu ke sungai terdekat, Kali Pesanggrahan.

Direktur Sungai, Danau, dan Waduk Departemen PU Widagdo mengatakan, langkah tanggap darurat itu untuk meminimalkan dampak jebolnya saluran pelimpahan air Situ Gintung. "Kami memutuskan perlu membuat saluran sepanjang dua hingga tiga kilometer menuju sungai terdekat, yakni Pesanggrahan," katanya.

Widagdo menjelaskan, sebetulnya saluran pembuangan air itu sudah ada. Namun, karena tidak pernah diawasi dan diperlihara, banyak bangunan dan rumah yang menutupinya, sehingga dangkal dan tidak berfungsi. Dengan demikian, langkah darurat PU itu hanya memfungsikan kembali saluran pembuangan yang sudah berumur 76 tahun itu. "Sisi saluran itu diperkeras dengan batu bronjong atau bahan lain," ujarnya. Pembuatan saluran air itu baru dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Namun, Widagdo belum bisa memastikan berapa lama waktu pembuatannya.

Dia menyatakan tidak akan menambal kebocoran waduk dengan membangun dinding. Sebabnya, aliran air akan tertahan dan mendorong tanggul sisi lain waduk yang tak rusak. "Justru jika ditambal, berbahaya. Air kan cenderung mencari jalan lain, sementara debitnya tak berkurang. Itulah sebabnya, tindakan yang bisa dilakukan ialah mengalirkan air ke tempat yang aman," ujarnya.

Jebolnya jalur muntahan di Situ Gintung, menurut Widagdo, disebabkan tingginya tekanan air setelah hujan deras di kawasan itu. Curah hujan tinggi membuat tekanan air menjadi besar dan mendorong retaknya dinding tanah.

Setelah langkah darurat selesai, Widagdo menyatakan segera mengambil langkah permanen berupa perbaikan waduk. Saat ini Departemen PU merancang desain jalur muntahan baru yang mampu menampung air hingga 1,5 juta kubik atau setara kapasitas sekarang. Selain itu, ada kemungkinan membuat jalur muntahan baru di waduk tersebut. "Spillway lama rusak berat karena terjadi gerusan hingga dasar waduk atau setinggi enam meter," ujarnya.

Hingga saat ini Departemen PU masih memikirkan konstruksi yang cocok untuk pembangunan baru tersebut. Selain itu, masih perlu dilakukan analisis fotografi dan konsultasi dengan pihak terkait. "Butuh waktu sekitar enam bulan untuk itu," kata Widagdo.

Mengenai sumber anggaran penanganan Situ Gintung, baik untuk langkah tanggap darurat ataupun permanen, Widagdo mengatakan diambilkan dari daftar isian pelaksanaan anggaran 2009. "Jika tidak ada posnya, bisa dialihkan dari pos lain."

Cek Waduk Se-Indonesia

Pada bagian lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta daya tampung dan daya bendung waduk-waduk atau tanggul di seluruh Indonesia ditinjau ulang. Pengecekan ini guna menghindari malapetaka seperti di Situ Gintung Cirendeu, Ciputat, Tangerang, kemrin.

Menurut Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sugeng Tri Utomo, keberadaan situ di seluruh wilayah Indonesia mulai saat ini harus terus ditinjau daya tampung dan daya bendungnya. "Yang bertugas secara teknis soal pengawasan dan pemulihan situ atau waduk adalah Departemen PU serta Balai Konservasi Sumber Daya Air," ujarnya. Sedangkan pihaknya hanya merekomendasikan mengenai pencegahan bencananya.

Menanggapi desakan BNPB itu, Widagdo mengatakan, pemerintah akan mengintensifkan rehabilitasi semua situ, waduk, dan bendungan, menyusul jebolnya tanggul Situ Gintung. Dana rehabilitasi diperoleh dari pinjaman Bank Dunia senilai USD 70 juta, mengingat dana dari APBN sangat minim. "Tahap pertama, kami memperbaiki operasional 34 bendungan dengan dana USD 50 juta," ujarnya.

Dia memaparkan, kondisi Situ Gintung dan situ lain di Jabodetabek, sudah "lelah". Sebab, kapasitas tampungnya tak lagi sesuai air yang masuk ke salurannya. "Kami tak bisa memantau situ, waduk, dan bendungan, satu per satu, sebab jumlahnya cukup banyak. Anggaran pemeliharaan hanya rata-rata Rp 1 miliar per tahun untuk semua bendungan skala besar, jauh dari memadai," ungkapnya.

Widagdo menjelaskan, usia tanggul yang efisien rata-rata 50 tahun. Namun, tanggul Situ Gintung usianya sudah 77 tahun, dan tidak diubah atau diganti karena ada perubahan fungsi. "Air dari Situ Gintung tidak lagi untuk mengairi sawah, karena lahan persawahan di sekitarnya sudah berubah fungsi menjadi permukiman dan fungsi lain. Jadi, selama ini Situ Gintung dikelompokkan menjadi waduk konservasi," jelasnya.

Terkait upaya rehabilitasi, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) tengah mempelajari kemungkinan merelokasi warga yang saat ini bermukim di sekitar Situ Gintung. "Sesuai aturan, tidak boleh ada bangunan permanen di sekitar situ. Bangunan yang menyalahi aturan harus ditertibkan," kata Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan KLH, Masnellyarti Hilman.

Menurut dia, meski bangunan situ dibangun lebih kuat dibanding sekarang, kemungkinan jebol tetap masih ada mengingat curah hujan akhir-akhir ini sangat lebat. Karena itu, opsi relokasi menjadi sangat masuk akal dan paling aman.

Data dari Walhi pada 2009 terkait alih fungsi kawasan situ di wilayah Jabodetabek, menunjukkan, dari total luas situ sekitar 2.337,10 ha, sekarang tinggal 1.462,78 ha. Di Kabupaten Bogor, terdapat sekitar 94 situ. Semula total luasnya mencapai 500 ha, kini tinggal 472,86 ha.

Selain luasnya menyusut, tingkat kedalamannya pun berkurang. Akibat pendangkalan yang dibiarkan terus-menerus, kedalaman situ yang semula lebih dari 5 meter, kini hanya berkisar 2,5-3 meter. Akibatnya, daya tampungnya pun menyusut.

Korban Dekati 100

Dari lokasi bencana dilaporkan, gabungan tim SAR dan anggota TNI terus mencari korban. Bahkan, agar mudah, dua anjing pelacak milik Polri dikerahkan untuk mencari korban yang diperkirakan tertimbun lumpur pasca surutnya air. Anggota SAR juga menyisir aliran Kali Pesanggrahan dan kawasan Tanah Kusir untuk mencari korban yang mungkin terseret arus. Selain anggota TNI dan SAR, berbagai relawan ikut terlibat dalam pencarian. Sejumlah partai politik juga ikut mendirikan posko bantuan di sekitar lokasi bencana.

Komandan Kodim Tangerang Letnan Kolonel Joni Abdi yang memimpin tim evakuasi mengatakan, pihaknya mengerahkan 480 personel. Untuk mengefektifkan pencarian, daerah yang rusak karena aliran air bah sepanjang dua kilometer akan dibagi menjadi lima zona. "Tiap zona ada 100 orang yang membersihkan," kata Joni yang juga berperan sebagai koordinator lapangan dalam penanganan bencana.

Penanganan ini amat berat karena kondisi permukiman dipenuhi lumpur.

Perwira dengan dua melati di pundak tersebut menjelaskan, selain pencairan korban, pembersihan itu untuk menyingkirkan puing-puing. "Kami menunggu didatangkannya alat berat," kata Joni. Ditambahkan, pembersihan setiap hari akan dihentikan pukul 17.00. "Mudah-mudahan tidak terganggu cuaca," imbuhnya.

Hingga tadi malam pukul 20.00, jumlah korban meninggal terus bertambah dan sudah mencapai angka 91 orang. Rinciannya 60 perempuan dan 31 laki-laki. Sebelas di antaranya belum teridentifikasi.

Sementara itu, ratusan korban yang selamat dari terjangan air situ masih bertahan di tempat pengungsian. Di antaranya di gedung Fakultas Kedokteran dan Fakultas Hukum UMJ. Dua tempat itu sengaja disiapkan untuk memisahkan korban yang masih trauma dan mereka yang sudah mulai kuat menghadapi kenyataan.

Namun, kebanyakan dari mereka mengaku tidak tahu akan tinggal di mana pascabencana jebolnya Situ Gintung. (Jawa Pos)


lanjut...

Sepeda di Jenggot

Elmar Weisser, juara dunia beberapa kali penampilan berewok, sedang ''digarap'' di Brigachtal, Jerman.

Dia bersaing dengan 150-an kontestan dalam kejuaraan internasional berewok kemarin (28/3).

Weisser membuat kreasi bentuk sepeda di ujung lengkung jenggotnya. Dengan jenggot seunik ini, dia pasti sangat sewot kalau kebakaran jenggot. (Jawa Pos)

lanjut...

Tanggul Situ Gintung Jebol, 63 Orang Tewas

JAKARTA - Air bah menyapu permukiman penduduk di pinggiran selatan ibu kota Jakarta dini hari kemarin (27/3) sekitar pukul 03.30. Datangnya air secara tiba-tiba mirip gelombang tsunami itu terjadi akibat tanggul Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, jebol.

Setelah merobek tanggul hingga 70 meter, air bah langsung menerjang ratusan rumah penduduk yang posisinya lebih rendah.

Pantauan Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Tangerang Selatan hingga tadi malam pukul 23.00, areal yang terendam air sekitar 10 hektare. Hingga pukul 21.00, posko utama penanggulangan bencana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mencatat korban tewas mencapai 63 orang. ''Yang teridentifikasi 58, yang lain belum,'' ujar Kepala Posko Dr Rahmat Salam di posko UMJ tadi malam.

Menurut Rahmat, besar kemungkinan jumlah korban bertambah. ''Masih ada mahasiswa kami yang hilang, terutama yang berada di kos-kosan. Jumlahnya sekitar 45 orang. Belum lagi warga yang masih mencari kerabatnya,'' katanya. Posko mencatat laporan orang hilang sudah mencapai 80 orang. ''Karena hujan lebat dan angin kencang, pencarian kami hentikan sementara. Akan dilanjutkan besok pagi,'' kata Rahmat.

Koordinator dari tim Palang Merah Indonesia (PMI) Agus Ramadhani menambahkan, hampir seluruh korban tewas ditemukan dalam posisi tersangkut di antara semak-semak karena terseret arus air yang deras. Dia memperkirakan, di sekitar waduk bermukim 300-400 warga. Jumlah itu belum termasuk puluhan mahasiswa UMJ yang tinggal di rumah kos di sekitar tanggul. Ribuan warga yang rumahnya hancur dan tergenang cukup tinggi terpaksa mengungsi.

Kepala Bappeda Tangerang Selatan Hasdanil menyebutkan, kondisi terparah dialami RT 02, RT 03, RT 04 yang berada di RW 08, Kampung Poncol, Situ Gintung, Cireundeu, Ciputat, Tangerang. Nilai kerugian akibat bencana belum dapat dihitung. ''Total kerugiannya belum dapat dipastikan,''ungkap Hasdanil.

Tak hanya korban jiwa dan materi, jebolnya tanggul Situ Gintung juga membuat PLN memadamkan aliran listrik ke 2.400 pelanggan. Langkah itu diambil akibat tujuh gardu distribusinya terendam air. Manajer Area Distribusi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Bambang Budiarto mengatakan, tujuh gardu yang terendam berada di wilayah Cirendeu dan Ciputat dengan daya listrik yang padam sekitar 4 MVA. ''Penormalan kembali menunggu air surut, kerugian masih dalam penghitungan,'' ujarnya di Jakarta kemarin. Dengan pemutusan aliran listrik tersebut, wilayah di sekitar Situ Gintung tadi malam gelap total. Di antaranya, Situ Gintung dan sekitarnya, Kompleks Cirendeu Permai, Seskopol Pasar Jumat, IKPN Bintaro, dan Pratama Hill.

Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar memastikan, terendamnya gardu distribusi tersebut sudah diisolasi sehingga tidak mengganggu pasokan listrik di wilayah lain. ''Dampak terendamnya gardu-gardu itu hanya lokal, tidak berpengaruh kepada pasokan listrik di ibu kota secara umum,'' terangnya.

Pemerintah menetapkan jebolnya tanggul Situ Gintung sebagai bencana daerah. Tanggap darurat akan dilaksanakan pemerintah daerah dengan dibantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Departemen Sosial.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Rumah Makan Situ Gintung, Jalan Ciputat Raya, Tangerang, kemarin (27/3) siang. Rapat dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, dan Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah.

Rapat memutuskan memberikan bantuan perbaikan rumah dengan jumlah bervariasi, Rp 5 juta hingga Rp 30 juta. Rinciannya, rumah yang rusak ringan akan mendapatkan bantuan perbaikan Rp 5 juta, rumah rusak sedang Rp 15 juta, dan rumah yang rusak berat hingga ambruk dibantu Rp 30 juta. ''Bantuan akan menggunakan dana darurat di APBN 2009. Pencairan bantuan akan dilakukan kepala desa setempat,'' ujar Ratu Atut. Pemerintah juga akan memberikan bantuan perawatan dan santunan kematian bagi korban. Namun, jumlahnya belum dapat dipastikan. Pemerintah juga akan memberikan bantuan transportasi dan biaya pemakaman bagi korban yang hendak dimakamkan di luar kota.

Selain itu, pemerintah menjanjikan segera memperbaiki tanggul yang jebol. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengaku telah menghubungi seorang ahli konstruksi tanggul dari Jepang untuk merencanakan pembuatan tanggul yang kukuh. Sementara pihaknya akan membangun tanggul dan saluran pembuangan air dari batu yang diikat kawat. Tanggul lama yang saat ini tersisa 175 meter juga akan diberi penguat dari batu dan kawat agar tidak kembali longsor.

Datang Tiba-Tiba

Kesaksian warga di sekitar tanggul jebol mengungkapkan, jebolnya tanggul Situ Gintung berlangsung sangat cepat. Zaenuddin, 38, warga Jalan Haji Juanda, Cirendeu, yang rumahnya hilang tersapu bah mengaku mendengar suara kentongan sekitar pukul 03.00. ''Saya kira itu ronda biasa, arahnya dari kampung Situ di dekat danau,'' katanya saat ditemui koran ini di Posko Evakuasi Resimen Mahasiswa (menwa) UMJ.

Saat hendak menjalankan salat Subuh, sekitar pukul 04.40, tiba-tiba Zaenuddin mendengar suara gemuruh. ''Saya buka pintu langsung kena air, saya terpelanting dan mencoba pegangan meja makan,'' kata bapak dua anak itu. Namun, meja makan itu ikut terseret air. Beruntung, tubuh Zaenuddin tersangkut pohon besar yang rubuh 800 meter dari rumahnya. ''Saya ingat, ada dua mobil Avanza yang hanyut di samping saya,'' ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang servis barang elektronik itu.

Zaenuddin bersyukur, meskipun sapuan air sangat dahsyat, seluruh anggota keluarganya selamat. Dia berhasil menemui istri dan kedua anaknya yang berumur 6 tahun dan 11 tahun di Posko UMJ.

Kuatnya arus banjir juga menyeret belasan mobil. Pantuan koran di lokasi bencana, banyak mobil tersangkut bersama reruntuhan bangunan. Barang-barang elektronik, seperti televisi, juga hanyut.

Luberan air juga sampai di perumahan elite Cirendeu Permai yang berada 3 km dari Situ Gintung. Rumah-rumah mewah yang rata-rata berlantai dua terendam hingga satu meter. Beberapa mobil yang diparkir di garasi juga rusak dan saling tindih.

Mengenai penyebab pasti musibah, Direktur Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum Iwan Nursyirwan mengatakan, tinggi air yang mampu diatasi tanggul Situ Gintung hanya dua-tiga meter. Saat tanggul jebol, diperkirakan kedalaman air 5-7 meter.

Sebelum musibah, lanjut Iwan, hujan mengguyur bagian hulu di Bogor sejak pukul 16.00 hingga 21.00 Kamis (26/3). Air kemudian terkonsentrasi dan berkumpul di Pesanggrahan. Jumlah air lama-lama tidak tertampung di saluran pelimpahan (spill way) di tanggul Situ Gintung.''Jumlah air yang melewati sebanyak 1,5 juta kubik (setara kapasitas 1.500 tangki BBM) dan keluar menjadi banjir bandang di hilir yang padat permukiman,'' jelas Iwan.

Batal Kampanye

Jebolnya Situ Gintung memaksa pejabat kunci negara merombak semua agenda acaranya kemarin. Musibah yang menelan korban puluhan jiwa dan terjadi hanya puluhan kilometer dari pusat pemerintahan itu membuat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut cutinya sebagai kepala negara hingga beberapa jam.

Pagi kemarin SBY sempat menghadiri kampanye Partai Demokrat di Lapangan Gazibu, Bandung. Selesai berkampanye di Bandung, SBY melanjutkan perjalanan untuk berkampanye ke Serang, Banten. Di rest area Km 62, Tol Cikampek, rombongan SBY yang naik bus kampanye Partai Demokrat berhenti. Di tempat tersebut SBY melepas baju birunya dan berganti mengenakan kemeja merah. SBY berperan lagi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Kemudian, SBY memberikan pernyataan kepada wartawan. ''Atas nama negara, saya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Semoga arwah saudara kita yang meninggal diterima di sisi Allah SWT,'' kata SBY.

Yang kedua, kata SBY, sistem telah berjalan. SBY mengaku pagi itu telah berkomunikasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sudah berada di lokasi bencana. Selain itu, SBY memerintah Menkes Siti Fadillah Supari dan Mensos Bachtiar Chamsyah untuk mengerahkan jajarannya menangani korban.

''Meski sistem sudah bekerja, saya break sebentar kampanye saya untuk melihat langsung ke lokasi dalam kapasitas saya sebagai presiden RI,'' kata SBY.

Untuk menuju lokasi bencana ternyata tak mudah bagi SBY. Sejak perempatan Lebak Bulus hingga ke lokasi bencana, terjadi kemacetan parah. Kendaraan SBY tak bisa menembus kemacetan tersebut. SBY pun memutuskan untuk meninggalkan mobilnya dan membonceng motor pengawal presiden.

Berkat motor pengawal itulah, SBY bisa tiba lebih cepat di lokasi bencana. Di tempat tersebut SBY sudah disambut Wapres Jusuf Kalla, Menko Kesra Aburizal Bakrie, dan Menkes Siti Fadillah Supari.

SBY berada di lokasi bencana sekitar 20 menit. Di tempat tersebut, selain mengadakan rapat terbatas, SBY menemui keluarga korban, para pengungsi, dan melihat kerusakan yang diakibatkan jebolnya tanggul Situ Gintung. ''Ini betul-betul musibah. Suatu tekanan air yang tidak terduga-duga karena tingginya air di waduk ini sehingga ke depan sistem tanggap darurat berjalan, termasuk bagi keluarga yang mengalami kerusakan rumah dan sebagainya,'' kata SBY setelah meninjau lokasi bencana. By Jawa pos.

lanjut...