Dalam laporan setebal 53 halaman yang dibeberkan hari Minggu itu,
Selain
Sementara itu kelompok internasional yang disebutkan terinfeksi adalah Sekretariat ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation) dan Asian Development Bank; beberapa organisasi berita seperti afiliasi U.K. dari Associated Press; dan unclassified NATO computer.
Dalam laporan dijelaskan bahwa sebuah jaringan, disebut GhostNet, menggunakan program software jahat bernama gh0st RAT (Remote Access Tool) untuk mencuri dokumen-dokumen sensitif, mengendalikan Webcam dan sepenuhnya mengendalikan komputer-komputer yang sudah terinfeksi.
"GhostNet mewakili sebuah jaringan dari komputer terjangkit yang ada di lokasi-lokasi politik, ekonomi, dan media bernilai tinggi yang tersebar di brebagai negara di dunia,” begitu laporan yang ditulis oleh para analis Information Warfare Monitor, sebuah projek penelitian dari SecDev Group, think tank, dan Munk Center for International Studies di University of Toronto.
Kendati bukti menunjukkan bahwa server-server di Cina mengumpulkan beberapa data sensitif, para analis berhati-hati untuk mengaitkan aksi spionase itu dengan pemerintah Cina. “Menyalahkan semua malware Cina untuk secara sengaja mengumpulkan data intelijen oleh negara Cina adalah salah dan menyesatkan,” kata laporan tersebut.
Penelitian para analis ini sendiri dimulai ketika mereka mendapat akses dari komputer-komputer milik pemerintah Tibet yang diasingkan, organisasi nonpemerintah Tibet, dan kantor-kantor swasta dari Dalai Lama, yang kuatir tentang bocornya informasi rahasia. Mereka kemudian menemukan komputer-komputer telah terinfeksi oleh software jahat yang memungkinkan hacker secara remote mencuri informasi. Komputer terinfeksi setelah para penggunanya membuka lampiran yang jahat atau mengklik tautan yang terhubung ke situs-situs Web yang berbahaya.
Situs Web atau lampiran jahat kemudian akan mencoba mengeksploitasi kelemahan software untuk mengambil alih kendali mesin. Salah satu contoh e-mail jahat dikirim ke organisasi yang berafiliasi dengan
Ketika para analis meneliti jaringan, mereka menemukan server-server yang mengumpulkan data itu ternyata tidak diamankan. Dan mereka mengakses control panel yang digunakan untuk memantau komputer-komputer yang di-hack di empat server.
Control panel tersebut ternyata mengungkap daftar komputer yang terinfeksi, selain milik pemerintah dan NGO Tibet. Tiga dari empat server pengontrol itu berada di Cina, dan satu di AS.


0 komentar:
Posting Komentar