
Setelah meraih posisi start 1-2, kemarin pasangan Jenson Button dan Rubens Barrichello finis dalam formasi yang sama di Sirkuit Albert Park. Lomba tidak berlangsung semulus yang diduga. Namun, tim baru itu telah menunjukkan taringnya.
Jenson Button kemarin bisa dibilang tampil dominan. Start terdepan, dia praktis terus berada di depan hingga lomba yang berlangsung 58 lap itu berakhir.
Terkesan tidak memaksakan diri, Button memang tak pernah menjauh dari pembalap di belakangnya. Pembalap 29 tahun itu juga terhalang untuk menjauh karena munculnya safety car di pertengahan dan akhir lomba. Di penghujung lomba itu, Button juga sempat mengalami masalah saat pit stop terakhir (lebih lamban daripada semestinya). Namun, itu tidak sampai menyebabkan dia kehilangan pimpinan lomba.
Bagi Button, itu adalah kemenangan kedua dalam karirnya. Kemenangan pertama diraih saat Brawn masih bernama Honda Racing, di GP Hungaria 2006. Dan, sekali lagi harus ditegaskan, kemenangan ini merupakan berkah luar biasa, mengingat bulan lalu Button juga terancam out dari seri paling bergengsi tersebut.
''Ini adalah ending ala dongeng bagi lomba kami yang pertama. Semoga kami bisa terus seperti ini. Dan, saya tahu, kami akan terus berjuang untuk membuat mobil ini terus kompetitif,'' kata Button.
Pembalap Inggris itu menambahkan, kemenangan kemarin tidaklah semudah yang terlihat. ''Segalanya selalu terlihat lebih mudah daripada kenyataannya. Lap-lap awal berlangsung luar biasa, saya bisa mengatur ritme. Tapi, kemudian ada safety car dan saya kesulitan memanasi kembali ban mobil. Saya juga sempat mengalami flat spot (ban mengikis, Red) sehingga mobil terus bergetar. Berada di depan seharusnya gampang. Tapi, ini sama sekali tidak gampang,'' tandasnya.
Masalah yang dihadapi Button itu masihlah kecil bila dibandingkan dengan yang dialami rekannya. Rubens Barrichello tidak menjalani start yang mulus sehingga sempat terpuruk beberapa posisi. Di tikungan pertama, dia sempat disundul dan bersenggolan dengan pembalap lain. Tidak lama kemudian, dia juga kehilangan bagian sayap depan saat bersaing dengan Kimi Raikkonen (Ferrari).
Berkat mobil BGP 001 yang andal, Barrichello terus melaju ke depan. Hanya, tiga lap sebelum finis dia seolah akan menyelamatkan beberapa poin, finis di urutan keempat.
Tapi, tiga lap sebelum finis itu Sebastian Vettel (Red Bull-Renault) dan Robert Kubica (BMW-Sauber) bersenggolan saat berebut posisi kedua. Dua-duanya lantas out dan Barrichello naik ke podium.
Setelah lomba, Barrichello memuji ketangguhan mobil Brawn. Bukan hanya kecepatan, tapi juga ketahanan mobil itu meski beberapa kali bersenggolan. ''Mobil ini sangat-sangat strong. Saya ditabrak dari belakang dan saya menabrak di bagian depan. Saya tak pernah berpikir bisa naik podium setelah start,'' ungkapnya.
Barrichello lantas membuat banyak wartawan tertawa, saat mengatakan bahwa diffuser kontroversial yang dia gunakan bukanlah faktor utama kekuatan Brawn GP. ''Kalau orang berpikir mobil kami cepat karena diffuser, tabrakan di awal lomba itu merusak total diffuser yang kami miliki. Jadi, mobil kami memang cepat,'' ucapnya.
Regulasi baru 2009 memang membatasi dimensi diffuser, bagian bersirip di bagian bawah buritan mobil. Brawn GP, bersama Williams-Toyota dan
Diffuser itu sempat diprotes Kamis lalu (26/3), namun FIA tetap menganggapnya legal. Sidang banding membicarakan komponen tersebut dijadwalkan berlangsung di Paris, 14 April mendatang.


1 komentar:
Team Baru harus unjuk gigi...mantap.
Posting Komentar